Belajar Sensori Seru di Baby Daycare Alumna Islamic School: Finger Painting Pertama Si Kecil!

Warna-warni cerah, tawa lembut, dan tangan mungil yang sibuk bermain cat, begitulah suasana seru di Baby Daycare Alumna Islamic School. Para bayi terlihat antusias mengikuti kegiatan belajar sensori lewat finger painting, sebuah aktivitas sederhana namun penuh makna yang dirancang khusus untuk menstimulasi perkembangan motorik dan sensorik mereka.

Dunia Warna di Ujung Jari Kecil

Pagi itu, sudah tersedia piring kecil berisi cat non-toxic berwarna cerah, merah, kuning, biru, hijau. Lengkap dengan papan yang sudah dialasi kertas karton untuk tempat berkreasi para bayi.

Para guru, atau yang akrab disapa Miss, dengan sabar mempersiapkan setiap anak. Karena sebagian besar masih berusia bayi, mereka digendong dengan penuh kasih agar merasa nyaman dan aman selama kegiatan berlangsung. Suasana terasa hangat dan menyenangkan.

Satu per satu bayi mulai ikut “melukis” dengan cara unik mereka. Telapak tangan mungil mereka dicelupkan ke dalam cat warna-warni, lalu ditempelkan ke kertas karton. Hasilnya? Jejak-jejak tangan kecil yang membentuk pola acak, namun penuh ekspresi dan keceriaan.

Miss guru pun tak henti-hentinya tersenyum melihat semangat para bayi. Ada yang tertawa karena merasa geli saat tangannya terkena cat, ada pula yang tampak serius memperhatikan warna di tangannya, seolah sedang menganalisis “kejadian besar” pertama dalam hidupnya.

Bukan Sekadar Main Cat

Banyak orang mungkin berpikir bahwa finger painting hanyalah kegiatan bermain biasa. Padahal, di balik keseruannya, kegiatan ini memiliki banyak manfaat perkembangan penting untuk bayi.

Melalui stimulasi sensori, bayi belajar mengenal tekstur, suhu, dan warna. Saat tangan mereka menyentuh cat dingin yang licin, otak kecil mereka mulai memproses pengalaman baru, membangun koneksi antara indera peraba dan visual. Ini adalah bentuk pembelajaran awal yang sangat berharga.

Selain itu, kegiatan ini juga membantu melatih koordinasi tangan dan mata, serta memperkuat otot halus (motorik halus) yang nantinya dibutuhkan untuk menulis, menggambar, dan melakukan aktivitas lainnya saat mereka tumbuh besar.

Miss Hana, salah satu pengasuh di Baby Daycare Alumna, menjelaskan,

“Kami ingin anak-anak sejak dini bisa mengeksplorasi lewat kegiatan yang menyenangkan. Finger painting ini bukan cuma tentang hasil, tapi tentang proses mereka merasakan, bereksperimen, dan berani kotor untuk belajar.”

Setiap Warna Punya Cerita

Yang membuat kegiatan ini semakin menggemaskan, setiap warna cat yang digunakan punya makna tersendiri. Misalnya, warna merah yang melambangkan semangat, biru yang menenangkan, dan kuning yang membawa keceriaan. Ketika warna-warna itu bertemu di kertas, terciptalah perpaduan unik, sama seperti setiap anak yang punya keunikan masing-masing.

Momen Berharga Bersama Miss Guru

Karena sebagian anak masih sangat kecil, para Miss guru tidak hanya membimbing, tapi juga menggendong bayi dengan penuh kasih selama kegiatan berlangsung. Pelukan hangat dan suara lembut guru membantu anak merasa tenang dan berani bereksplorasi.

Bagi para guru, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tapi juga momen bonding yang mempererat hubungan antara pengasuh dan anak. Mereka belajar membaca ekspresi bayi, memahami bahasa tubuh, serta merespons kebutuhan emosi mereka.

“Kami ingin setiap bayi merasa disayang dan diperhatikan. Saat mereka nyaman, mereka akan lebih mudah belajar dan berkembang,” tambah Miss Hana.

Dunia Belajar yang Menyenangkan

Kegiatan finger painting di Baby Daycare Alumna Islamic School menjadi bukti bahwa belajar bisa dimulai sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan. Tidak ada tekanan, tidak ada target hasil, yang ada hanyalah keceriaan dan pengalaman baru yang membentuk pondasi belajar anak ke depan.

Dengan program seperti ini, Alumna Islamic School terus menunjukkan komitmennya untuk memberikan pendidikan berkualitas sejak usia paling dini, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan kasih sayang, eksplorasi, dan rasa ingin tahu.

Satu goresan warna hari ini mungkin tampak sederhana, tapi di baliknya tersimpan awal perjalanan panjang seorang anak dalam mengenal dunia. Di tangan mungil itulah, tumbuh rasa percaya diri, kreativitas, dan keceriaan, warna-warni pertama menuju masa depan yang penuh cahaya.

Leave a Comment