Sejak pagi, anak-anak sudah terlihat begitu antusias. Mereka penasaran karena Miss guru mengatakan bahwa hari ini akan ada kegiatan seru: belajar mengenal kendaraan darat!
Begitu masuk kelas, anak-anak langsung disambut oleh berbagai gambar kendaraan yang sudah ditempel di papan, mulai dari mobil, sepeda, motor, bus, truk, hingga kereta api. Beberapa anak langsung berseru kegirangan, “Saya tahu! Itu mobil Ayah!” atau “Saya pernah naik bus waktu liburan!” Suasana pun jadi ramai dan penuh tawa.
Belajar dengan Cara yang Menyenangkan
Miss guru memulai kegiatan dengan bertanya kepada anak-anak, “Siapa yang tahu apa itu kendaraan darat?” Beberapa anak langsung mengangkat tangan tinggi-tinggi sambil berebut menjawab, “Yang jalannya di jalanan, Miss!” Jawaban polos tapi benar itu membuat semua tertawa.
Kemudian Miss menjelaskan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami, bahwa kendaraan darat adalah alat transportasi yang bergerak di permukaan tanah. Melalui cerita bergambar dan media visual, anak-anak diajak mengenal berbagai jenis kendaraan darat, mulai dari kendaraan pribadi seperti sepeda dan mobil, hingga kendaraan umum seperti bus, becak, dan kereta api.
Untuk membuat kegiatan makin seru, Miss juga memperlihatkan miniatur kendaraan yang dibawa ke kelas. Anak-anak bisa memegang dan mengamati bentuk setiap kendaraan dari dekat. Mereka tampak takjub saat melihat roda truk besar atau saat mendengar suara “ting ting!” dari miniatur kereta api yang bisa bergerak.
Bermain Peran: Menjadi Sopir dan Penumpang
Setelah mengenal berbagai macam kendaraan, anak-anak diajak bermain peran. Ada yang menjadi sopir mobil, ada yang jadi penumpang bus, dan ada juga yang berperan sebagai petugas tiket kereta api. Dengan berbekal kursi yang disusun menyerupai kendaraan, mereka diajak “berkeliling kota” di dalam kelas.
“Siap semua? Yuk, kita jalan! Jangan lupa pakai sabuk pengaman!” kata Miss guru sambil berpura-pura memegang setir. Anak-anak pun bersorak riang, menirukan suara kendaraan, “Brum… brum…!”
Kegiatan ini bukan hanya menyenangkan, tapi juga melatih imajinasi dan kerja sama antar teman. Mereka belajar bergiliran, menghargai peran teman, dan memahami pentingnya aturan saat berkendara.
Mengenal Fungsi dan Manfaat
Setelah sesi bermain, Miss kembali mengajak anak-anak duduk melingkar. Kali ini mereka diajak berdiskusi kecil tentang fungsi dan manfaat kendaraan. “Kalau mobil, biasanya digunakan untuk apa, ya?” tanya Miss.
“Untuk jalan-jalan!” jawab seorang anak.
“Untuk ke sekolah!” sahut yang lain.
Dari percakapan ringan itu, anak-anak belajar bahwa kendaraan bukan hanya untuk bersenang-senang, tapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengangkut orang, barang, dan membantu pekerjaan manusia.
Tak lupa, Miss juga menanamkan nilai edukatif tentang keselamatan, seperti pentingnya memakai helm saat naik motor, duduk dengan aman di dalam mobil, dan menyeberang di tempat yang benar. Dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, anak-anak belajar memahami pentingnya disiplin dan tertib berlalu lintas sejak dini.
Aktivitas Kreatif: Mewarnai Kendaraan
Sebagai penutup kegiatan, anak-anak diberikan lembar kerja berisi gambar berbagai kendaraan darat untuk diwarnai. Mereka pun sibuk memilih warna kesukaan dan mulai menggoreskan krayon dengan penuh semangat.
Ada yang mewarnai mobil dengan warna merah mencolok, ada yang membuat bus warna-warni, bahkan ada yang menambahkan awan dan matahari di langit. Setiap karya mencerminkan imajinasi dan kreativitas anak-anak.
Miss guru pun memuji hasil karya mereka satu per satu sambil menempelkan di dinding kelas. “Wah, keren sekali! Mobil kamu seperti mobil balap sungguhan,” ujar Miss. Anak-anak pun tersenyum bangga melihat karyanya dipajang.
Belajar yang Bermakna dan Berkesan
Kegiatan mengenal kendaraan darat ini bukan sekadar belajar mengenal bentuk dan nama kendaraan, tapi juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Anak-anak belajar dengan cara yang aktif, eksploratif, dan penuh tawa.
Dari kegiatan ini, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga melatih kemampuan berbicara, mengenal warna, berinteraksi sosial, serta mengembangkan motorik halus saat mewarnai.
Hari itu, kelas benar-benar penuh energi positif. Anak-anak pulang dengan wajah ceria sambil terus bercerita tentang kendaraan favorit mereka. Ada yang bilang ingin jadi sopir bus, ada yang ingin punya sepeda warna biru, dan ada juga yang bercita-cita jadi masinis!
Belajar jadi terasa begitu menyenangkan ketika dilakukan dengan cara yang dekat dengan dunia anak — penuh bermain, cerita, dan imajinasi.