Belajar membaca dan menulis ternyata bisa jadi kegiatan yang menyenangkan, lho! Hal inilah yang terlihat di kelas Big Alumna minggu ini. Anak-anak tampak begitu antusias mengikuti kegiatan Montessori Language yang bertema “Let’s Spell the Word — SHIP!”
Kegiatan kali ini masih sejalan dengan tema pekan ini yaitu kendaraan laut. Melalui metode Montessori, anak-anak diajak mengenal huruf, membentuk kata, dan memahami maknanya dengan cara yang menyenangkan dan penuh eksplorasi.
Sejak pagi, suasana kelas Big Alumna sudah terasa hidup. Meja-meja disusun rapi, di atasnya tersusun balok huruf berwarna merah. Miss guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan menyusun huruf-huruf untuk membentuk kata “SHIP”, yang artinya kapal dalam bahasa Inggris. Anak-anak pun bersorak gembira, sebagian langsung menebak huruf pertama, “S, Miss! S kayak sun!”
Sebelum memulai kegiatan utama, Miss terlebih dahulu mengulang kembali bunyi fonetik dari masing-masing huruf. Dengan suara lembut dan penuh semangat, Miss mengucapkan,
“/s/ – /h/ – /i/ – /p/.”
Anak-anak mengikuti bersama-sama dengan ekspresi lucu dan bersemangat. Aktivitas ini bukan hanya seru, tapi juga melatih kemampuan fonetik (phonics awareness) yang menjadi dasar penting dalam membaca dan menulis.
Setelah itu, Miss memberikan setiap anak sekumpulan huruf potongan dari bahan tebal berwarna. Huruf-huruf ini disusun menggunakan prinsip Montessori moveable alphabet, di mana anak bisa secara mandiri mengambil huruf, memindahkan, dan menatanya sesuai urutan kata yang ingin dibentuk.
Anak-anak mulai bekerja. Ada yang langsung tahu urutan hurufnya, ada juga yang masih menebak-nebak.
Beberapa anak menyusun dengan cepat, huruf “S” ditempatkan di depan, disusul “H”, lalu “I”, dan terakhir “P”. Setelah selesai, mereka membaca lantang, “S-H-I-P, ship!” Miss pun tersenyum bangga dan memberikan pujian, “Good job! That’s perfect!”
Di sudut lain, ada anak yang belum yakin dengan susunan hurufnya. Dengan sabar, Miss mendekat dan membimbing dengan cara lembut, “Coba dengarkan bunyinya ya, /sh/… yang dua huruf ini bekerja sama menghasilkan bunyi sh.” Anak pun mencoba lagi, kali ini berhasil. Wajahnya langsung berseri penuh rasa bangga.
Metode Montessori seperti ini memang sangat efektif untuk menumbuhkan kemandirian, rasa percaya diri, serta kemampuan bahasa anak. Anak-anak belajar bukan karena disuruh, tapi karena mereka merasa penasaran dan senang melakukannya.
Setelah semua berhasil menyusun kata ship, Miss mengajak anak-anak menempelkan huruf-huruf itu di kertas bergambar kapal layar. Hasilnya lucu sekali! Di bawah gambar kapal, terdapat tulisan besar “SHIP” hasil karya tangan mereka sendiri. Beberapa anak bahkan menghias kertasnya dengan stiker bintang, ombak, dan matahari kecil.
Tak hanya sekadar belajar bahasa Inggris, kegiatan ini juga melatih koordinasi mata dan tangan, kemampuan konsentrasi, serta keterampilan visual-motorik. Dengan menyentuh, melihat, dan mengucapkan secara bersamaan, anak-anak belajar melalui semua indranya, konsep utama dalam filosofi Montessori.
Sebelum kegiatan ditutup, Miss mengajak mereka bernyanyi lagu pendek tentang kendaraan laut sambil menunjuk kata “SHIP” yang sudah mereka susun. Tawa dan semangat anak-anak memenuhi ruangan, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak Big Alumna bukan hanya belajar mengenal huruf dan kata baru, tapi juga mengembangkan kecintaan terhadap bahasa dan proses belajar itu sendiri. Montessori mengajarkan bahwa setiap huruf punya cerita, dan setiap kata punya makna yang bisa dieksplorasi dengan cara yang menyenangkan.
Hari itu, para pelaut kecil Big Alumna berlayar di samudra pengetahuan dengan kapal bernama “SHIP” yang mereka bangun sendiri dari huruf-huruf penuh warna. Belajar terasa seperti petualangan seru, karena di Alumna Islamic School, setiap huruf, setiap kata, dan setiap kegiatan selalu menjadi jembatan menuju dunia belajar yang menyenangkan dan bermakna.