Parenting Talks 2025: Disiplin Tanpa Drama, Bikin Anak Nurut Tanpa Takut!

Sabtu, 22 Februari 2025, jadi hari penuh insight dan semangat baru bagi para orang tua di lingkungan Alumna Islamic School. Bertempat di Hotel Grand Zuri Pekanbaru, ratusan orang tua dari jenjang Little Alumna One sampai Big Alumna berkumpul dalam acara Parenting Talks bertema “Disiplin Tanpa Drama: Membangun Aturan dengan Cinta, Nurut Tanpa Takut!”.

Tujuannya? Memberikan panduan jitu dan islami soal cara mendidik anak tanpa harus pakai bentakan, paksaan, apalagi drama. Karena ternyata, disiplin bisa dibangun lewat cinta dan komunikasi yang tulus, lho!

Hadir sebagai pembicara utama, Kak Dimas Adista, founder dari komunitas syar’i Terang Jakarta yang merupakan komunitas Islam berbasis syar’i yang bergerak di bidang dakwah, sosial, budaya, dan ekonomi rakyat. Selain aktif di dunia dakwah dan sosial, Kak Dimas juga dikenal sebagai komposer lagu anak Islami — beberapa lagunya bahkan jadi soundtrack film animasi populer Nussa dan Rara. Jadi, bisa dibayangkan betapa “relatable”-nya cara penyampaian beliau!

“Sering kali kita mengira bahwa menjadi orang tua tegas berarti harus galak atau selalu menekan anak. Padahal, anak justru belajar disiplin dari kedekatan dan kejelasan aturan yang diterapkan orang tuanya secara konsisten. Di sinilah pentingnya disiplin tanpa drama,” kata Kak Dimas membuka sesi. Beliau mengajak para orang tua untuk membedakan antara disiplin dan hukuman. Disiplin bukan soal menghukum, tapi soal membimbing.

Dalam sesi ini, para peserta diajak mengenal berbagai pendekatan seperti time-in yaitu anak diajak berbicara dengan tenang, dan memahami alasan di balik emosinya, bukan membiarkan anak menyendiri dan merenung atas perilaku buruknya, orang tua juga dikenalkan pentingnya memvalidasi emosi anak, hingga cara membuat kesepakatan aturan di rumah bareng anak. Semua dijelaskan dengan gaya yang ringan, mudah dipahami, dan penuh contoh nyata.

Nah, sesi tanya jawab dan curhat jadi salah satu bagian paling menarik. Banyak orang tua yang “curcol” tentang pengalaman mereka menghadapi anak tantrum, terlalu lengket dengan gadget, sampai momen emosional saat anak bikin ulah. Salah satunya, orang tua dari Little Alumna Two, yang pernah memarahi anaknya karena tidak sengaja memecahkan barang kesayangan nenek. Respons Kak Dimas? Tenang, solutif, dan sesekali ngelucu, yang membuat peserta seminar betah dengarin pemaparan beliau. Semua masalah dijawab dengan pendekatan positif dan penuh empati.

“Disiplin tanpa drama bukan berarti tanpa tantangan. Tapi dengan kesabaran, konsistensi, dan keteladanan, kita bisa menciptakan hubungan yang sehat dengan anak, dan mereka akan belajar bertanggung jawab bukan karena takut, tapi karena paham,” tambah Kak Dimas. Kalimat ini langsung bikin banyak orang tua manggut-manggut dan merasa tercerahkan. Semua yang disampaikan Kak Dimas “daging” banget!

Seminar ini jadi ruang refleksi dan pembelajaran nyata bagi para peserta. Banyak yang akhirnya sadar: sering kali, justru emosi orang tua yang belum stabil membuat anak bingung dan stres. Dengan pendekatan yang lebih hangat dan konsisten, hubungan orang tua-anak bisa jauh lebih harmonis.

Sesi terakhir ditutup dengan “selfie” bareng Kak Dimas, memori manis dan berharga ini harus diabadikan agar selalu dikenang.

Pihak Alumna Islamic School berharap kegiatan inspiratif seperti ini terus berlanjut, sebagai bagian dari sinergi antara sekolah dan orang tua. Bukan cuma fokus pada akademik, tapi juga pola asuh yang sehat dan membentuk karakter anak yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia.

Karena sesungguhnya, mendidik anak itu seni. Dan disiplin tanpa drama adalah salah satu ekspresi cintanya.

Leave a Comment