Belajar angka bukan sekadar duduk diam di depan papan tulis, apalagi untuk anak usia dini. Di Little Alumna One, kegiatan belajar selalu dikemas seru dan interaktif agar anak-anak merasa senang sekaligus paham konsep yang diajarkan. Salah satu kegiatan menarik yang baru-baru ini dilakukan adalah “Mengenal Angka dengan Balok Angka dan Bebek Bertangkai.”
Kegiatan ini terlihat sederhana, namun memiliki makna besar dalam mendukung kemampuan kognitif dan motorik anak. Di ruang kelas yang penuh warna dan hangat, Miss Guru menyiapkan alat Montessori berupa balok angka 1–5 serta bebek-bebek kecil bertangkai yang lucu dan menarik perhatian anak-anak. Begitu kegiatan dimulai, suasana kelas langsung ramai dengan semangat belajar dari para ananda.
Belajar Angka dengan Cara yang Seru
Miss Guru membuka kegiatan dengan memperkenalkan angka satu per satu sambil menunjukkan balok angka. “Ini angka satu, ini angka dua…” katanya sambil menunjukkan setiap balok dan menyebutkan angkanya dengan nada riang. Anak-anak pun mengikuti dengan antusias, menirukan penyebutan angka dengan suara lantang.
Setelah itu, tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu, bermain bebek bertangkai!
Di depan anak-anak, Miss Guru menyiapkan wadah berisi bebek warna-warni yang masing-masing memiliki tangkai kecil di bagian bawahnya. Lalu ia memberikan instruksi sederhana:
“Sayang, letakkan bebeknya di angka 1!” “Sekarang, coba letakkan bebeknya di angka 2!”

Ananda mengikuti instruksi dengan penuh konsentrasi sambil meletakkan bebeknya satu per satu, ada pula yang tersenyum bangga setelah berhasil meletakkan bebek sesuai dengan angka yang disebutkan oleh Miss Guru.
Melatih Fokus, Logika, dan Kemandirian
Kegiatan ini bukan sekadar mengenalkan angka. Di balik keseruannya, terdapat banyak manfaat penting untuk perkembangan anak usia dini.
Selain itu, saat anak memilih bebek, menghitung, lalu meletakkannya di balok angka, kemampuan motorik halus mereka juga terasah. Gerakan sederhana seperti memegang tangkai dan menempatkannya pada tempat yang sesuai membantu memperkuat koordinasi antara mata dan tangan.
Tak hanya itu, anak juga belajar fokus dan mengikuti instruksi dengan baik. Dalam metode Montessori, kegiatan seperti ini membantu menumbuhkan kemandirian, karena anak diberi kesempatan untuk melakukan tugasnya sendiri dengan arahan minimal.
Suasana Kelas yang Hangat dan Penuh Tawa
Suasana kelas Little Alumna One saat kegiatan berlangsung benar-benar menyenangkan. Anak-anak tampak asyik bekerja dengan wajah serius tapi bahagia. Sesekali terdengar tawa kecil ketika ada yang salah meletakkan bebek, lalu dengan sabar memperbaikinya setelah dibimbing oleh Miss Guru.
“Wah, pintar sekali! Angka empat yang ini ya, Sayang!” kata Miss Guru dengan nada penuh semangat. Kalimat sederhana seperti ini memberi penguatan positif yang membuat anak semakin percaya diri dan termotivasi.
Belajar Menyenangkan Ala Montessori
Pendekatan Montessori memang dikenal menekankan pada pengalaman langsung dan kemandirian anak. Setiap alat yang digunakan memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, dan kegiatan seperti “mengenal angka dengan bebek bertangkai” adalah contoh nyata bagaimana konsep matematika bisa diajarkan dengan cara menyenangkan.
Alih-alih sekadar menghafal, anak benar-benar merasakan makna dari angka itu sendiri. Mereka menghitung, mengamati, dan menghubungkan antara simbol dan jumlah nyata. Dengan begitu, fondasi pemahaman matematika terbentuk kuat sejak dini.
Belajar Angka Jadi Petualangan Seru
Di akhir kegiatan, anak-anak dengan bangga memperlihatkan hasil kerja mereka. Ada yang memegang bebeknya sambil menghitung ulang, ada juga yang bersorak gembira karena berhasil menempatkan semuanya dengan benar.
Melalui kegiatan mengenal angka ini, Little Alumna One membuktikan bahwa belajar bisa jadi petualangan seru penuh tawa. Dengan pendekatan yang hangat dan kreatif, anak-anak tidak hanya mengenal angka 1–5, tetapi juga belajar percaya diri, fokus, dan mandiri.
Setiap tawa dan rasa bangga yang muncul di wajah kecil mereka menjadi bukti bahwa belajar dengan hati adalah cara terbaik menumbuhkan cinta pada ilmu sejak dini.