Setiap hari Jum’at jadi hari yang penuh makna di kelas Big Alumna. Mereka jadi “Pahlawan Kecil” yang ikut ambil peran dalam kegiatan sosial bertema: “Berinfaq Itu Indah”.
Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai kepedulian, keikhlasan, dan cinta berbagi sejak dini. Karena berbagi itu nggak harus nunggu besar dan kaya dulu. Justru, saat hati masih polos dan tangan masih kecil, keikhlasannya bisa terasa paling tulus.
Infaq: Bukan Hanya Memberi, Tapi Belajar Peduli
Setiap pagi di hari Jum’at, anak-anak datang dan sudah bersiap dengan infaq terbaik yang mereka punya. Sebelum mulai mengumpulkan infaq, Miss guru mengajak anak-anak duduk melingkar dan mulai bercerita.
“Tahukah kalian, ada banyak anak di luar sana yang tidak seberuntung kita. Mereka ingin belajar, tapi tidak punya alat tulis. Ada juga yang ingin makan enak, tapi hanya bisa makan seadanya. Maka hari ini, kita belajar untuk jadi anak dermawan!”
Anak-anak pun mengangguk. Beberapa mulai bertanya, “Kalau saya kasih dua ribu, bisa bantu beli buku ya, Miss?” atau “Kalau lima ribu bisa buat nasi goreng, nggak?”
Suasana terasa hangat, penuh rasa ingin tahu dan semangat untuk berbagi.
Langkah Kecil, Niat Besar
Setelah sesi pengantar, dimulailah momen pengumpulan infaq. Anak-anak maju satu per satu, memasukkan infaq ke dalam kotak khusus. Sambil menyumbang, mereka membaca doa singkat yang dipandu oleh guru: “Ya Allah, terimalah infaq kami, jadikan kami anak yang peduli dan dermawan.”
Nilai yang Ditanamkan Lewat Kegiatan Infaq
Kegiatan ini bukan sekadar kumpul uang lalu selesai. Ada nilai-nilai karakter yang ditanamkan secara halus tapi kuat:
✔️ Keikhlasan – Anak belajar bahwa memberi bukan karena ingin dipuji, tapi karena ingin membantu.
✔️ Syukur – Dengan tahu ada yang hidupnya lebih sulit, anak jadi lebih menghargai apa yang mereka punya.
✔️ Empati – Anak jadi terbiasa berpikir, “Gimana ya rasanya kalau saya ada di posisi itu?”
✔️ Kemandirian – Mereka menyiapkan infaqnya sendiri, membawa dari rumah dengan kesadaran sendiri.
✔️ Komitmen sosial – Anak-anak tumbuh dengan kesadaran bahwa mereka bagian dari masyarakat dan bisa memberi dampak.
Dokumentasi dan Cerita Seru
Setelah kotak infaq penuh, anak-anak diajak berdiskusi: infaq ini mau dipakai untuk apa? Jawaban mereka pun beragam dan menggemaskan:
“Buat beli susu buat anak yang nggak punya.”
“Buat beli mainan anak yatim biar mereka nggak sedih.”
“Buat bangun sekolah yang atapnya bocor.”
Sesi ini jadi momen reflektif yang menyentuh. Anak-anak bukan hanya belajar “memberi”, tapi juga memikirkan dampak dari pemberian itu.
Guru pun menjelaskan bahwa hasil infaq akan disalurkan melalui program sosial bersama yayasan, dan mereka akan menerima laporan hasil penyalurannya. Jadi, anak-anak tahu bahwa infaq mereka benar-benar sampai ke tangan yang tepat.
Penutup: Tumbuhkan Jiwa Dermawan Sejak Sekarang
Di usia sekecil ini, anak-anak Big Alumna sudah diajarkan satu nilai hidup yang akan mereka bawa seumur hidup: menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Karena harta yang sesungguhnya bukan apa yang kita simpan, tapi apa yang kita berikan.
Dengan kegiatan sederhana seperti ini, mereka belajar bahwa berbagi itu nggak harus banyak — yang penting ikhlas. Karena dari tangan kecil dan hati tulus, bisa lahir perubahan besar bagi sesama.
Karena di Alumna Islamic School, kita percaya bahwa mendidik anak bukan hanya soal akademik, tapi juga menanamkan akhlak mulia untuk bekal masa depan mereka.