Siapa bilang belajar harus selalu duduk manis di dalam kelas? Di Alumna Islamic School, belajar justru jadi momen seru yang bikin anak-anak antusias setiap harinya. Salah satu kegiatan terbaru dari kelas Big Alumna adalah roleplay menjadi penyiar radio, lengkap dengan rekakarya alias perkenalan langsung dengan alat-alat penyiaran yang biasa digunakan di dunia radio profesional. Seru banget, kan?
Kegiatan ini jadi pengalaman yang sangat berkesan buat para ananda karena mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkannya langsung. Anak-anak diajak untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi penyiar, menyapa pendengar, menyampaikan informasi, dan bahkan memilih lagu seolah-olah mereka benar-benar sedang siaran di studio radio.
Awal yang Penuh Antusias
Kegiatan dimulai dengan suasana yang penuh semangat. Para ananda datang ke sekolah dengan rasa penasaran tinggi. Ketika tahu mereka akan berperan sebagai penyiar radio, sorak sorai kegembiraan langsung terdengar dari seluruh sudut kelas. Beberapa dari mereka bahkan sudah latihan berbicara layaknya penyiar, dengan gaya khas dan suara yang dibuat “berkarakter”.
“Selamat pagi, Sobat Alumna! Kembali lagi di Radio Ceria bersama saya, Iori!” — kira-kira begitulah sapaan hangat yang terdengar dari salah satu ananda yang sangat menikmati perannya sebagai penyiar.
Belajar dari Ahlinya
Sebelum mulai siaran, ananda terlebih dahulu diperkenalkan pada rekakarya alat penyiaran. Mereka belajar mengenal berbagai peralatan seperti mikrofon, headphone, sound mixer, dan komputer audio editor. Tim guru menjelaskan cara kerja setiap alat dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak.
Saatnya Siaran!
Setelah mendapat pengarahan, setiap kelompok diberi kesempatan untuk tampil sebagai penyiar. Ada yang bertugas membacakan berita cuaca, ada yang menyampaikan pesan-pesan motivasi, ada juga yang memutar lagu favorit mereka dan memperkenalkan lagu tersebut ke “pendengar”.
Yang paling lucu adalah saat salah satu anak menyampaikan pengumuman “iklan layanan masyarakat” versi mereka: “Jangan lupa sarapan, teman-teman! Biar kuat belajar dan nggak loyo!” — spontan membuat semua guru dan teman-temannya tertawa.
Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian anak untuk berbicara di depan umum, tapi juga mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan tentu saja kreativitas. Dalam proses siaran, ananda belajar bagaimana menyusun kata-kata, mengatur intonasi suara, dan menjaga semangat saat berbicara — semua hal yang penting dalam keterampilan berbicara.
Dokumentasi yang Membanggakan
Setiap sesi roleplay disiarkan secara internal dan direkam oleh tim guru. Orang tua pun akan mendapatkan dokumentasi berupa video siaran anak-anak mereka. Ini bukan hanya jadi kenang-kenangan, tapi juga bukti bahwa proses belajar bisa sangat menyenangkan dan bermakna.
Beberapa orang tua bahkan mengaku terharu melihat anak-anak mereka tampil percaya diri saat siaran. “Biasanya anak saya pemalu, tapi lihat dia bisa ngomong di depan teman-temannya kayak penyiar beneran, saya sampai merinding,” kata salah satu orang tua.
Belajar Tanpa Batas
Kegiatan roleplay penyiar radio ini adalah bukti bahwa Alumna Islamic School selalu berusaha menghadirkan pengalaman belajar yang seru, menyenangkan, dan mendekatkan anak pada dunia nyata. Bukan sekadar teori, tapi juga praktik langsung yang memberi bekal untuk masa depan.
Di akhir kegiatan, para ananda pulang dengan senyum lebar dan cerita seru yang tak habis-habisnya dibagikan kepada orang tua mereka. Siapa sangka, belajar bisa terasa seperti main—dan main pun bisa jadi proses belajar yang luar biasa!