Siang itu, kelas Small Alumna berubah menjadi dapur mini yang super seru. Meja-meja sudah tertata rapi, lengkap dengan peralatan sederhana dan bahan-bahan segar: roti tawar empuk, sayur segar berwarna hijau cerah, saus tomat merah menggoda, dan potongan daging lezat yang siap disantap. Hari ini, ananda akan mengikuti Cooking Class membuat menu simpel tapi spesial: sandwich ala chef cilik.
Begitu Miss guru mengumumkan dimulainya kegiatan, sorak-sorai kecil langsung terdengar. “Yeay! Kita masak, Miss!” teriak salah satu anak dengan wajah berbinar. Antusiasme itu terasa di seluruh ruangan. Ada yang sudah penasaran ingin mengoles saus, ada yang sibuk memegang roti sambil mencium aromanya, dan ada juga yang langsung merapikan celemek supaya tampil bak koki profesional.
Miss guru memulai dengan memperkenalkan bahan satu per satu. “Ini roti tawar, lembut dan enak. Lalu ada sayur, supaya tubuh kita sehat. Saus tomat biar rasanya lebih mantap, dan dagingnya sebagai sumber protein,” jelasnya sambil memperlihatkan setiap bahan. Anak-anak pun mengangguk-angguk serius, seakan mereka sedang berada di acara masak-memasak di televisi.
Proses membuat sandwich dimulai. Langkah pertama: mengoles saus tomat di atas roti tawar. Tangan-tangan mungil itu bergerak lincah, meski ada yang mengoles terlalu banyak hingga sausnya hampir tumpah. “Wah, ini sausnya banyak sekali, jadi super juicy!” kata guru sambil tertawa.
Langkah kedua: menata sayur. Ada yang menaruh dengan rapi seperti di restoran, ada juga yang asal menumpuk tapi tetap terlihat lucu. Lalu giliran menambahkan potongan daging. Wajah anak-anak semakin ceria, apalagi saat mereka mencium aroma gurihnya.
Setelah semua bahan tersusun, roti penutup diletakkan di atasnya, dan sandwich pun siap. Sebelum dimakan, guru meminta semua anak berpose sambil memegang hasil karyanya. Ada yang tersenyum lebar bangga, ada yang langsung ingin menggigit, bahkan ada yang memamerkan sandwich-nya sambil berkata, “Ini buatan saya sendiri!”
Momen paling ditunggu pun tiba: mencicipi sandwich buatan sendiri. Suapan pertama membuat banyak anak berkata, “Enak sekali, Miss!” Bahkan anak yang biasanya agak pilih-pilih sayur kali ini lahap memakannya. Ternyata, saat mereka ikut memasak, rasa penasaran mengalahkan rasa tidak suka.
Kegiatan Cooking Class ini bukan sekadar tentang makan. Anak-anak belajar banyak hal: mengenal bahan makanan sehat, melatih koordinasi tangan saat mengoles dan menata, belajar mengikuti instruksi, mengenalkan rasa roti, sayur dan saos tomat, hingga menumbuhkan rasa percaya diri karena berhasil membuat sesuatu sendiri. Selain itu, momen ini juga mengajarkan bahwa memasak itu menyenangkan dan bisa jadi aktivitas seru bersama teman.
Kelas Small Alumna hari itu ditutup dengan tawa, perut kenyang, dan hati yang puas. Anak-anak pulang membawa cerita seru tentang pengalaman menjadi chef sehari. Dan siapa tahu, dari dapur mini ini, lahir koki-koki hebat masa depan.
Bergabunglah bersama Alumna Islamic School dan temukan dunia belajar yang seru, kreatif, dan penuh pengalaman tak terlupakan! Di sini, setiap hari adalah petualangan baru yang menggabungkan pembelajaran berbasis Islam dengan kegiatan interaktif seperti cooking class, fun science, role play, hingga outdoor activity yang membuat anak belajar sambil bermain. Kami percaya bahwa masa kecil adalah waktu emas untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, karakter mulia, dan percaya diri. Dengan guru yang hangat dan metode belajar yang menyenangkan, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi cerdas, berakhlak, dan penuh semangat. Yuk, jadikan hari-hari belajar mereka lebih bermakna bersama Alumna!