Serunya Belajar Life Skill: Anak Small Alumna Mengoles Selai ke Roti!

Hari ini suasana kelas Small Alumna benar-benar berbeda! Anak-anak datang dengan wajah penuh semangat karena kegiatan mereka kali ini bukan hanya bermain atau membuat karya seni, tapi belajar life skill yang seru banget, mengoles selai ke roti!

Belajar Sambil Bermain: Life Skill yang Seru dan Bermakna

Di usia anak-anak Small Alumna yang masih 4-5tahun, kegiatan sederhana seperti mengoles selai ke roti bukan hanya sekadar bermain, tapi merupakan pembelajaran penting untuk kemandirian. Miss guru memulai kegiatan dengan memperkenalkan alat dan bahan yang akan digunakan: piring kecil, pisau tumpul plastik, roti tawar lembut, serta beberapa jenis selai seperti stroberi, cokelat, dan kacang.

Anak-anak terlihat sangat antusias saat melihat berbagai warna dan aroma selai yang menggoda. “Miss, aku mau yang pink!” teriak salah satu anak sambil menunjuk selai stroberi. Ada juga yang memilih selai cokelat karena “kayak di rumah!” katanya polos.

Miss guru pun menjelaskan langkah-langkahnya dengan perlahan. “Pertama, ambil roti pelan-pelan. Lalu oleskan selainya dari tengah ke pinggir, ya,” ujar Miss sambil memperagakan dengan sabar. Anak-anak memperhatikan dengan mata berbinar, tak sabar ingin mencoba sendiri.

Saatnya Praktek: Anak-Anak Jadi Chef Cilik!

Tiba saatnya anak-anak mencoba mengoles selai sendiri. Ada yang langsung percaya diri, tapi ada juga yang masih ragu memegang pisau oles. Dengan arahan lembut dari Miss guru, satu per satu anak mulai berani mencoba.

Lucunya, ada yang terlalu semangat hingga rotinya hampir terlipat karena ditekan kuat-kuat. Ada pula yang olesannya menumpuk di satu sisi, tapi ekspresi mereka tetap bahagia. “Miss, aku bisaaa!” seru mereka bangga sambil menunjukkan hasilnya.

Dari kegiatan sederhana ini, anak-anak belajar koordinasi tangan dan mata, melatih motorik halus, serta membangun rasa percaya diri. Selain itu, mereka juga belajar tentang kebersihan dan kerapian, karena sebelum mulai kegiatan, Miss guru mengingatkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan membereskan peralatan setelah selesai.

Momen Makan Bersama yang Penuh Keceriaan

Setelah semua anak selesai mengoles selai ke rotinya, tiba saat yang paling ditunggu — makan bersama! Mereka duduk melingkar di karpet kelas dengan wajah sumringah, sambil menikmati hasil karya mereka sendiri.

“Roti aku manis banget!” kata salah satu anak dengan pipi belepotan selai stroberi. Tawa pun pecah di seluruh ruangan. Miss guru tersenyum bangga melihat bagaimana kegiatan sederhana ini bisa menghadirkan begitu banyak kebahagiaan sekaligus pelajaran berharga.

Selain belajar kemandirian, anak-anak juga belajar berbagi. Ada yang menawarkan rotinya kepada teman di sebelahnya, ada pula yang saling menukar potongan untuk mencoba rasa lain. Momen ini mengajarkan anak-anak untuk peduli, berbagi, dan bersosialisasi dengan teman-teman mereka dengan cara yang menyenangkan.

Menumbuhkan Kemandirian Sejak Dini

Kegiatan life skill seperti ini memang menjadi bagian penting dari pembelajaran di Alumna Islamic School. Melalui aktivitas sederhana, anak-anak diajarkan untuk belajar melakukan sesuatu sendiri, memahami proses, serta menghargai hasil usaha mereka.

Mengoles selai ke roti tampak mudah bagi orang dewasa, tapi bagi anak-anak usia dini, ini adalah tantangan kecil yang penuh makna. Mereka belajar untuk fokus, sabar, dan mencoba hingga berhasil. Dan yang paling penting, mereka merasa bangga pada diri sendiri.

Penutup: Belajar Mandiri Itu Menyenangkan!

Kegiatan hari ini di kelas Small Alumna benar-benar penuh tawa, aroma roti, dan warna-warni selai yang menggoda. Tapi di balik keseruannya, ada nilai-nilai besar yang sedang tumbuh, kemandirian, kepercayaan diri, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Anak-anak pulang dengan perasaan bahagia sambil menceritakan pada orang tua mereka, “Tadi aku bikin roti sendiri!” Sebuah kalimat sederhana, namun bermakna besar dalam perjalanan mereka menuju pribadi yang mandiri dan percaya diri.

Di Alumna Islamic School, setiap kegiatan selalu dirancang dengan cinta dan makna. Karena kami percaya, belajar life skill bukan hanya tentang keterampilan, tapi juga tentang membentuk karakter sejak dini.

Leave a Comment