“Tahfidz Ceria” Alumna Islamic School : Baca Surah Pendek Pakai Arti dan Gerakan? Bisa Banget!

Pembelajaran seru di Alumna Islamic School bukan hanya belajar huruf atau menggambar, tapi giliran kegiatan tahfidz yang bikin anak-anak semangat! Tapi jangan salah sangka dulu—ini bukan tahfidz yang kaku dan formal, melainkan dibuat seru dan menyenangkan lewat metode surah pendek + arti + gerakan!

Yes, kamu nggak salah baca. Anak usia 5 tahun bisa banget menghafal surah-surah pendek Al-Qur’an sambil paham artinya dan melakukan gerakan lucu yang membantu mereka lebih mengingat isi bacaan. Konsepnya adalah: hafalannya nempel, maknanya dapet, gerakannya bikin senang!

Kenapa Pakai Gerakan dan Arti?

Menurut Miss Ninda, guru tahfidz Big Alumna, metode ini adalah bagian dari pembelajaran tematik Islami yang disesuaikan dengan usia anak.

“Anak usia dini itu belajar paling efektif lewat visual, audio, dan kinestetik. Jadi saat mereka menghafal sambil bergerak dan memahami arti, hafalan jadi jauh lebih kuat dan bermakna,” jelasnya.

Misalnya saat membaca Surah At-Tiin, mereka akan mengucapkan:

“wattiini wazzaituun” (Demi buah Tiin dan buah Zaitun) sambil menggerakkan tangan memperagakan buah Tin dan buah Zaitun.

wathuurisiiniin” (Demi gunung Sinai) dengan gerakan tangan membentuk segitiga yang menyimbolkan gunung sinai.

Gerakan-gerakan ini bukan hanya membuat hafalan lebih menyenangkan, tapi juga membantu anak-anak memahami kandungan ayat sesuai level mereka. Sederhana tapi mengena!

Respons Anak-Anak? Super Antusias!

Begitu kegiatan dimulai, anak-anak duduk membentuk lingkaran kecil. Suasana dibuat tenang tapi tetap hangat. Miss guru memimpin hafalan satu demi satu ayat, lalu menjelaskan arti singkatnya, dan mengajak anak-anak mengikuti gerakan.

Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini

Di akhir sesi, anak-anak diajak tampil satu per satu atau berkelompok untuk melafalkan surah pilihannya di depan teman-teman. Nggak ada tekanan, semua dibuat penuh dukungan dan pujian. Setiap anak yang selesai tampil diberikan stiker bintang sebagai bentuk apresiasi.

Kegiatan tahfidz seperti ini bukan hanya soal menghafal, tapi juga menanamkan rasa cinta pada Al-Qur’an sejak kecil, mengenalkan nilai-nilai tauhid, dan membiasakan mereka berinteraksi dengan firman Allah dengan cara yang sesuai usia.

Karena tahfidz itu bukan soal cepat-cepat hafal, tapi tentang membangun koneksi hati dengan ayat-Nya. Dan di usia 5 tahun, semuanya dimulai dengan cinta, tawa, dan gerakan sederhana yang penuh makna.

Nah, kami mengajak Ayah Bunda untuk melanjutkan kebiasaan ini di rumah. Nggak harus lama-lama, cukup 5–10 menit sehari untuk mengulang hafalan, menanyakan arti, dan mempraktikkan kembali gerakan yang sudah diajarkan di sekolah. Percaya deh, anak akan makin semangat kalau tahu orang tuanya juga ikut belajar bareng!

Kebiasaan kecil ini bisa jadi langkah besar dalam menanamkan cinta Al-Qur’an sejak dini.

Mengenalkan Al-Qur’an sejak dini itu keren banget, lho! Selain menanamkan cinta pada kalam Allah, anak juga belajar nilai-nilai kebaikan sejak kecil. Dengan mulai dari surah pendek, anak jadi terbiasa mendengar, menghafal, dan memahami makna ayat dengan cara yang menyenangkan. Hafalan mereka jadi pondasi karakter Islami yang kuat. Ini salah satu bentuk ikhtiar kita membentuk generasi penerus yang Qur’ani sesuai dengan visi Alumna Islamic Shool. Nilai plusnya, waktu belajar Al-Qur’an bareng orang tua jadi momen bonding yang nggak ternilai. Semakin dini diperkenalkan, semakin dalam rasa cintanya tumbuh. Yuk, jadikan Al-Qur’an sahabat anak sejak kecil!

Karena sejatinya, anak bukan hanya butuh guru di sekolah, tapi juga teladan di rumah.

Leave a Comment